e waste (Limbah Elektronik) yang Menggila



Menurut data dari Program Lingkungan PBB (UNEP) hingga 90% limbah elektronik dunia, senilai hampir  19 miliar dollar atau jika dirupiahkan menjadi sekitar 247 Triliun Rupiah, telah diperdagangkan atau dibuang secara ilegal setiap tahunnya.
Komputer dan ponsel pintar menyumbang kurang lebih sebanyak 50 juta ton limbah yaitu separuh lebih dari seluruh limbah elektronik dunia. Limbah elektronik tersebut sayangnya tidak dikelola dengan benar, tetapi telah diperdagangkan.  Produsen Elektronik terbesar yang tergabung dalam OECD yaitu sebuah organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan sebenarnya telah melarang mengekspor limbah elektronik tersebut ke negara-negara non OECD.


Sebenarnya UNEP telah menyatakan bahwa ribuan ton limbah elektronik secara salah dimasukkan kedalam kategori sebagai barang bekas dan diekspor dari negara maju ke negara berkembang, termasuk baterai bekas yang secara keliru digambarkan sebagai potongan logam plastik atau campuran, dan tabung sinar katoda dan monitor komputer yang secara keliru dinyatakan sebagai logam.
Negara-negara Afrika dan Asia seperti Ghana, Nigeria, China, Pakistan, India, Vietnam & Indonesia berubah menjadi pusat limbah elektronik ilegal ini,  nilainya yang diperkirakan mencapai lebih dari 450 miliar dollar per tahun.
Padahal kita semua tahu betapa berbahayanya kandungan-kandungan logam berat dan bahan beracun yang ada dilimbah elektronik, semuanya dapat berdampak secara langsung terhadap lingkungan dan ekosistem.

Mari kita bersama katakan tidak kepada IMPORT LIMBAH ELEKTRONIK !


Tidak ada komentar untuk "e waste (Limbah Elektronik) yang Menggila"