Manifest Elektronik


sincronisasi pengelolaan limbah
sincronisasi
Sistem kontrol semi konvensional yaitu penggunaan barcode disetiap manifest yang tercetak dan digunakan oleh semua transporter yang terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dinilai kurang maksimal dalam prakteknya.

KLHK menilai masih terjadi kecurangan dan kekurang sadaran dari sektor hulu ke hilir dalam penerapannya.  Oleh karena itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menguji coba proses izin pengelolaan limbah bahan berbahaya, dan beracun secara online.

 Sistem manifes elektronik akan dijalankan terintegrasi via internet untuk pemberian izin dan rekomendasi pengangkutan dan pengolahan limbah bahan berbaya dan beracun (B3). Sistem ini dimaksudkan untuk menghilangkan sistem semi konvensional QR code.

 Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tuti Hendrawati Mintarsih, mengatakan "Aplikasi ini akan memberikan keuntungan secara ekonomi dan kepastian hukum bagi sistem pengangkutan limbah B3 industri karena harus menjamin bahwa limbah B3 yang diangkut sampai kepada pengelola limbah B3 yang legal.

 Uji coba ini dilakukan pada 70 pihak yang terdiri dari perusahaan, penyalur limbah, dan pengelola limbah. Masa uji coba ini akan berlangsung mulai 1 Maret 2016 sampai 1 Juni 2016 dan akan bersifat mandatori pada 6 Juni 2017.

  Syarat bagi perusahaan penghasil limbah B3 adalah harus memiliki dokumen lingkungan, sedangkan bagi pengangkut limbah harus memiliki rekomendasi dan izin pengangkutan. Bagi pengolah limbah harus mengantongi izin pengolah limbah.

PT. Jalan Menuju Surga telah memiliki rekomendasi dan izin pengangkutan dari pihak terkait serta telah melakukan registrasi manifest elektronik, sehingga kami telah siap menjalankan sistem online ini.